Apa dan Kenapa Silence Art?

Saat ini (2019) era dimana generasi milenial bertumbuh, media sosial bukan lagi hal yang asing, gadget sudah begitu mudahnya ditemui mulai dari kalangan anak dibawah usia SD sampai orang tua, ga ada lagi yang namanya ga tau apa itu handphone, juga blog bukan hal yang cukup trend seperti dahulu, karena kebanyakan hari ini orang-orang berlomba untuk menyajikan ide, gagasan dan krativitas lewat vlog. Tapi, disinilah saya ingin melatih kemampuan menulis juga sekaligus memberikan ide lewat bentuk tulisan yang diam dan tidak bergerak, tidak bersuara namun dimengerti.

Bahasan pertama adalah Silence Art.
Ada kecenderungan bagi generasi sekarang untuk tidak begitu mementingkan membaca. Hal ini ga jauh-jauh dari maraknya gadget dan begitu menyenangkan nya konten-konten YouTube saat ini, mungkin ada juga kecenderungan karena orang-orang lebih menyukai sesuatu yang bersifat visual dibandingkan tulisan. Segala sesuatu yang sifatnya visual, selalu lebih mudah dilihat, dipahami dan dimengerti, juga mampu menangkis rasa bosan yang kita miliki dibandingkan hanya melihat goresan-goresan hitam diatas selembar kertas. Kalau saja teman-teman berani jujur, bahkan di kampus ternama saat ini, baca buku yang tebal-tebal sudah bukan zamannya. yah, inilah generasi ku, memahami dengan mudah katanya, baca buku dan duduk di perpustakaan bukan lagi satu-satunya cara kita belajar, semuanya sudah bisa diakses dengan satu kali klik.

Sayangnya, benar jika semua hal bisa dipelajari dengan mudah, tapi ga semua orang bisa sadar bahwa perlu kedalaman mengerti sesuatu, ga hanya dipermukaan saja. Ada orang pernah mengatakan, apa yang mudah kamu dapat, mudah kamu lepas. Kemudahan yang kita terima hari ini, jangan-jangan menjadikan kita generasi dangkal yang ga pernah mendalami sesuatu dengan baik. 

Dari zaman dulu, segala bentuk surat-menyurat sudah ada, mungkin tulisan dijadikan sebuah media untuk mengabadikan sesuatu. Hari ini juga masih demikian. Jadi The Silence Art adalah sebuah blog, persembahan anak bangsa, untuk banyak orang diluar sana, sebagai sebuah sarana melatih kita kembali membaca, memahami makna dalam tulisan dan mengerti sekalipun tanpa suara. Mari kita mulai melatih diri menikmati kembali rangkaian cerita yang kita kenal dengan alur, melihat keindahan sekalipun bukan lukisan, mendengar sekalipun hanyalah tulisan..
akhir kata, biarlah ini jadi sebuah langkah awal, bagi ku penulis, juga bagimu pembaca. Terimakasih

Komentar